“After Earth”: Film Gagal Pertama Kali Will Smith

Katanya bumi sudah sangat tidak layak dihuni karena udaranya penuh racun mematikan dan oksigennya yang sangat tipis, tetapi kok hutannya bisa begini lebat, dengan pemandangan yang demikian indah dan bersih? (sumber:www.glogster.com)

Setelah menuai banyak pujian di The Sixth Sense, bahkan sempat masuk nominasi sebagai sutradara terbaik di film itu, film-film selanjutnya dari sutradara M. Night Shyamalan terus menuai kritik pedas sebagai film yang buruk, bahkan sangat buruk.Lady in the Water (2006), diikuti oleh The Happening (2008), dan The Last Airbender(2010) adalah tiga film terakhir berturut-turut karyanya yang mendapat kritikan paling pedas dari para kritikus film. Secara komersial pun tiga film ini merugi.

Dengan latar belakang inilah plus review dan nilai buruk yang diberikan oleh para kritikus dan mereka yang telah menonton film itu di www.imdb.com sebenarnya sudah membuat saya tidak mau menonton film terbaru dari sutradara M. Night Shyamalan,After Earth (2013). Tetapi, karena faktor penasaran, saya tetap menonton film ini. Kenapa Will Smith mau bekerja sama dengan Shyamalan dengan rekor buruknya itu. Apakah Will Smith, lewat perannya di film ini, akan bisa memperbaiki rekor buruk sutradara berdarah India itu?

Akibat peperangan, kerusakan lingkungan, bencana alam dan polusi yang semakin parah, membuat bumi tidak layak lagi dihuni. Seluruh umat manusia direlokasi ke bagian lain dari tata surya, nun jauh dari tata surya Bima Sakti di mana bumi berada, di sebuah planet yang bernama Nova Prime. Spesis manusia memulai hidup baru, berkembang-biak di planet ini. Seribu tahun kemudian, kisah After Earth dimulai.

Musuh paling menakutkan bagi umat manusia di Nova Prime adalah monster-monster raksasa bernama Ursa, yang buta namun dengan mudah bisa mengetahui keberadaan manusia di sekitarnya dari deteksi feromon, yakni hormon yang dikeluarkan dari pori-pori manusia ketika merasa ketakutan. Setiap manusia yang terdeteksi Ursa akan langsung dibunuh dengan cara mengerikan.

Pasukan Ranger Corp yang dipimpin oleh Jenderal Cyper Raige (Will Smith) adalah pasukan keamanan Planet Nova Prime. Salah satu tugas utama mereka adalah memerangi monster-monster Ursa ini.

Kitai Raige, putra Cyper Raige, yang gagal dalam mengikuti ujian untuk menjadi anggota pasukan Ranger Corp mempunyai hubungan yang kurang harmonis dengan ayahnya. Atas nasihat dari istrinya, Faia Raige Sophie Okonedo),  supaya hubungan ayah-anak ini membaik, Cyper Raige mengajak putranya itu ikut bersamanya dalam menjalankan suatu tugas melintas planet, dengan membawa seekor Ursa yang berhasil ditangkap, yang akan dipakai untuk melatih para ranger baru.

Dalam perjalanannya, pesawat antariksa mereka terjebak badai asteroid, meskipun berhasil meloloskan diri lewat “lubang cacing,” dengan kecepatan cahaya,  pesawat mereka terdampar di sebuah tata surya yang belum pernah didatangi, dekat dengan sebuah planet asing, yang setelah dideteksi, diketahui ternyata itu adalah Planet Bumi, planet nenek moyang umat manusia. Saat itu Planet Bumi adalah planet yang terlarang untuk dimasuki karena sudah mengalami pencemaran radiasi yang sangat hebat,  jumlah oksigennya pun sangat minim dan beracun, tidak ada satu pun manusia yang bisa hidup lagi di sana, sedangkan hewan-hewan yang ada di sana adalah hasil dari evolusi alam yang membuat mereka semua adalah para pemangsa ganas.

Namun, karena pesawat mereka mengalami kerusakan parah, mau tak mau pesawat antariksa itu harus mendarat darurat di Bumi. Ketika berupaya melakukan pendaratan darurat, pesawatnya terbelah dua, dan hancur. Semua awak dan penumpangnya tewas, kecuali Cypher Raige dan Kitai Raige. Meskipun selamat, kedua kaki Cypher mengalami luka parah dan patah, sehingga dia tidak bisa ke mana-mana, selain berbaring di dalam reruntuhan pesawat itu. Sedangkan semua alat penyelamatan, termasuk peralatan paling penting saat itu, suar untuk meminta pertolongan berada di ekor pesawat yang patah, dan terpisah 100 km dari tempat mereka berada. Satu-satunya jalan untuk menyelamatakan nyawa mereka berdua adalah mencapai ekor pesawat itu untuk menemukan suarnya.

(imdb.com)

Maka, terpaksa Kitai seorang diri yang harus menempuh perjalanan 100 km yang sangat berbahaya, bahkan nyaris mustahil itu. Nyaris mustahil karena udara di Bumi yang sudah tidak bisa dipakai untuk hidup, sehingga Kitai harus menggunakan peralatan berbentuk bundar kecil dengan cara mengigitnya untuk memperoleh pasokan oksigen bersih ke dalam tubuhnya. Setiap benda itu hanya bisa bertahan beberapa jam, dan harus dipakai lagi yang baru. Sedangkan benda itu hanya tersisa empat buah. Selain itu, suhu udara yang berubah-ubah setiap waktu dengan sangat ekstrem, membekukan apa saja yang dilewatinya,   serangan hewan-hewan pemangsa, seperti elang raksasa, dan terutama sekali ancaman Ursa yang terlepas dari pesawat itu, bisa muncul setiap waktu.

Cypher yang tak berdaya karena kedua kakinya patah hanya bisa berbaring sepanjang film memantau dan menuntun anaknya itu menempuh bahaya tersebut demi mendapat suar di ekor pesawat itu.

Kisah hubungan bathin yang emosional antara ayah dan anak inilah yang hendak ditonjolkan After Earth. Ide cerita tentang hubungan bathin antara ayah-anak ini merupakan ide dari Will Smith sendiri, yang kemudian dijadikan skenario, ditulis oleh M. Night Syamalan dan Gary Whitta.

Ternyata, apa yang di-review oleh para kritikus film dan mereka yang sudah menonton film ini adalah benar. After Earth adalah film fiksi-ilmiah yang buruk, dangkal dalam penceritaannya, dengan drama sentimental antara ayah dengan anaknya terlalu dipaksakan, sehingga menjadi membosankan. Akting Will Smith monoton, sedangkan akting solo Jaden Smith masih lebih lumayan, meskipun masih terasa kurang menggigit. Serba tanggung, terkesan cengeng. Kalah jauh dengan akting solo dari ayahnya ketika berperan sebagai “manusia terakhir” di Bumi dalam I Am Legend(2007).

“Keanehan” juga terjadi dalam film ini, karena ceritanya bumi sudah tidak bisa dihidupi oleh manusia karena sudah terkena radiasi yang sangat tinggi, suhu udara yangsewaktu-waktu berubah dingan sangat ekstrem membuat semua benda membeku menjadi es, oksigen yang sangat tipis dengan kandungan racun di dalamnya, tetapi yang ditampakkan malah pemandangan bumi yang eksostis dengan hutan-hutannya yang lebat, dan ribuan ekor binatang yang masih bisa hidup dengan sehat-walafiat. Bagaimana dengan airnya? Apakah tidak ikut terkontamidasi setelah 1000 tahun itu? Cerita bahwa binatang-binatang itu telah mengalami evolusi menjadi pemangsa-pemangsa yang sangat buas, jauh dari gambaran yang ada di film. Kebuasan binatang-binatang itu tak lebih buas daripada binatang buas yang ada saat ini dalam dunia nyata.

review after earth

Langit yang cerah di bumi yang katanya telah mengandung radiasi sangat tinggi dan mematikan? (sumber:moviecriticassassins.com)

Teknologi CGI-nya pun mengecewakan. Binatang-binatang buas yang menyerupai harimau, yang bertarung dengan Kitai, misalnya, terlihat kurang nyata. Kualitasnya mirip-mirip dengan harimau purba si Diego di seri animasi Ice Age.

Shyamalan gagal memberikan gambaran yang meyakinkan penonton mengenai kemajuan teknologi manusia di masa ribuan tahun dari sekarang. Terutama pada teknologi pesawat luar angkasanya yang tidak meyakinkan bahwa itu adalah pesawat antariksa ribuan tahun dari sekarang. Kabin penumpangnya malah mirip-mirip pesawat pengangkut barang Hercules di masa sekarang ini! Gambaran pesawat antariksanya mirip-mirip dengan dengan film fiksi ilmiah di era tahun 1980-an. Bayangkan saja penumpangnya dipaksa duduk tak bergerak selama sedikitnya tujuh jam di kursi yang bentuknya tidak nyaman untuk diduduki, tanpa sandaran kepala lagi. Kalau mau tidur anda harus bisa tidur sambil duduk dengan menggantung kepala anda ke depan menyentuh dada, seperti adegan yang ada di film itu.

salah satu adegan after earth

Kursi di kabin penumpang pesawat luar angkasa yang sama sekali tidak futuristik, nahkan terkesan tidak nyaman diduduki untuk waktu lama (tanpa sandaran kepala lagi) (sumber:www.blackfilm.com)

Adegan jatuhnya pesawat antariksa di After Earth juga tidak sedramatis dan setegang seperti yang sukses dilakukan J.J. Abrams di Star Trek Into Darkness, ketika pesawat induk antariksa USS Enterprise NCC-1701-D dengan pesawat induk musuhnya yang berukuran tiga kali lipat lebih besar darinya saling menyerang dalam kecepatan cahaya, sebelum akhirnya keduanya terjatuh ke bumi. Gambaran benturan pesawat antariksa induk maha besar yang jatuh ke kota San Fransisco yang padat dengan gedung-gedung pencakar langit merupakan salah satu adegan yang sangat spektakuler di Star Trek Into Darkness.

Gambaran kemajuan teknologi, terutama teknologi pesawat antariksannya di Star Trek Into Darkness begitu meyakinkan, membuat kita bisa membayangkan kira-kira begitulah nanti bumi ratusan tahun dari sekarang.

Oblivion (2013) yang dibintangi Tom Cruise adalah film fiksi ilmiah dengan thema yang sama dengan After Earth: Bumi sudah ditinggalkan penghuni manusianya selama berabad-abad lalu, kemudian ada manusia yang datang ke sana, dan menghadapi masalah besar. Dibandingkan dengan After EarthOblivion masih lebih bagus. Baik dari pendalaman cerita, maupun imajinasi dan teknologi CGI-nya untuk menggambarkan kondisi bumi setelah berabad-abad kemudian yang sama-sama digambarkan telah tak layak dihuni lagi, ditinggalkan umat manusia, pindah ke planet lain.

Di Oblivion kita dibawa menyaksikan bagaimana gedung-gedung pencakar-pencakar langit dan jembatan-jembatan raksasa yang pernah ada di bumi, setelah berabad-abad kemudian (di masa kisah Oblivion) telah berubah menjadi fosil-fosil yang mencengangkan. Sedangkan, di After Earth sama sekali tidak ada scene seperti itu. Yang ada hanyalah pemandangan hutan belantara yang terus-menerus dengan Kitai yang terus berlari dalam scene-scene yang membosankan.

Tidak heran, After Earth gagal memuncaki box office di Amerika Serikat di minggu pertama pemutarannya (pemutran perdananya 31 Mei 2013), yang ketika itu tetap diduduki oleh Fast Furious 6 yang telah memasuki minggu kedua. Menurut data dariwww.imdb.comAfter Earth hanya mampu menduduki posisi ketiga di tangga box office. Posisi kedua adalah Now You See Me (2013).

Baru memasuki minggu kedua, After Earth secara tragis langsung merosot ke posisi nomor 7. Saya perkirakan, di minggu ketiga, film ini sudah tersingkir dari posisi 10 besar tangga box office di AS.

Film ini dibuat dengan anggaran sekitar 130.000.000 dollar AS. Pemutaran perdanannya di Amerika Serikat hanya menghasilkan 27.520.000 dollar AS (31 Mei 2013), minggu kedua merosot dengan hanya memperoleh 10.700.000 dollar AS. Total hasil pemutaran di Amerika  sampai 7 Juni 2013 menjadi 46.103.809 dollar AS. Maka, pastilah sudah After Earth akan gagal mencapai “angka keramat” Hollywood sebagai film yang sukses secara komersial dengan pencapaian harus melebihi 100 juta dollar AS.

Film ini pun dibanding-bandingkan dengan sebuah film fiksi ilmiah yang dianggap sebagai film fiksi ilmiah yang paling buruk dan paling gagal sepanjang masa,Battlefield Earth (2000), dengan aktor utamanya John Travolta. Nilai yang diberikan 52.101 penonton di www.imdb.com untuk film Battlefield Earth adalah 2,4 dari nilai sempurna 10. Sedangkan Metascore memberi nilai rata-rata 9 (ya, 9, bukan 90) dari angka sempurna 100!

Sementara itu sampai minggu kedua, 14.766 penonton di imdb.com hanya memberi nilai rata-rata 4,8 untuk After Earth. Sedangkan Metascore hanya memberi nilai 33 dari 100. Bandingkan dengan Star Trek Into Darkness yang mendapat nilai 8,2 dari penonton, dan 72 dari Metascore. Dengan anggaran sekitar 190.000.000 dollar AS,Star Trek Into Darkness telah berhasil meraup pendapatan  sebesar 200.140.000 dollar AS.  Oblivion mendapat nilai 7,1 dari 74.158 pengguna imdb.com, dan mendapat nilai 54 dari Metascore. Oblivion, meskipun lebih bagus daripada After Earth juga gagal mencapai angka 100 juta dollar AS. Dengan anggaran sekitar 120.000.000 dollar AS, di pemutaran perdananya pada 19 April 2013 memperoleh 37.054.485 dollar AS, dan sampai dengan 7 Juni 2013 hanya berhasil meraup88.473.925 dollar AS. Kalau Oblivion yang lebih bagus saja gagal seperti ini, apalagiAfter Earth yang menuai begitu banyak kecaman dari para kritikus film.

New York Daily secara kejam, dengan sangat tega bahkan tidak memberi nilai untukAfter Earth, yakni 0 (nol), dengan komentar: “Summer 2013 has its first bomb, and sadly, it’s landed right on Will Smith.” Berikut adalah penilaian beberapa kritikus film di beberapa media Amerika untuk After Earth dengan kalimat-kalimat yang pedas. Shyamalan, Will Smith dan Jaden Smith pasti akan merah telinganya membaca komentar-komentar ini :

(imdb.com)

Kelihatannya kegagalan sutradara M. Night Shyamalan masih terus berlanjut di film terbarunya ini, sedangkan bagi Will Smith, inilah film pertamanya yang akan  gagal mencapai box office, setelah sebelumnya film-film yang dibintanginya selalu berhasil mencapai box office.

Danger is real, fear is a choice” yang merupakan tagline film ini merupakan salah satu hal positif dari sedikit yang ada dari film ini. “Rasa takut yang ada pada kamu sebenarnya berasal dari pikiranmu sendiri ketika menghadapi bahaya. Kamu harus bisa mengatasi rasa takut itu dengan menghilangkannya dari pikiranmu. Setelah itu barulah kamu akan bisa menghadapi bahaya yang adalah kenyataan yang harus  dikalahkan.” nasihat Cypher Raige kepada anaknya, Kitai.

Nasihat Cypher Raige itu bisa dijadikan bahan renungan bagi kita semua dalam menghadapi masalah. Bahwa rasa takut gagal atau minder hanyalah bayang-bayang kita sendiri untuk memilih apakah mau mengatasinya ataukah tidak dalam menghadapi masalah, yang adalah nyata.

Dari semua penilaian kepada After Earth yang serba negatif ini, sebagai hiburan, After Earth boleh-boleh saja tetap ditonton, tetapi dengan alasan “daripada bengong di rumah.”  ***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s