Mana Pilihan Anda : “PC Windows 8 atau iMac?”

Perang antara fanboy Apple dan pengguna PC Windows mungkin tidak akan pernah berakhir, dan isu-isu semacam harga dan kompabilitas menjadi perdebatan setiap harinya. Saya pernah menggunakan keduanya dalam waktu yang cukup lama, PC dan iMac untuk desktop, Vaio dan MacBook Pro untuk kelas notebook. Jadi saya berharap saya bisa menengahi masalah tersebut, setidaknya di lingkungan desktop.

Hardware dan Harga

Dengan harga terkini, PC yang saya pakai sekarang berkisar pada $2000 dan harga iMac dimulai dari $1300 hingga US$1999, namun perbedaan $1 sampai $700 menjadi hal yang penting. Bagi saya, US$ 2000 berarti sebuah AMD FX8350 8 core 4.2GHz, dengan RAM DDR3 sekitar 32GB, 3TB storage dan 256GB SSD sebagai cache, dua buah kartu grafis nVIDIA GeForce Titan 3GB GDDR5 SLI-ready, serta sebuah Creative Sound Blaster ZxR untuk pemrosesan suara.

Belum ditambah dual monitor 21.5″ LED dengan warna 1 milyar dan speaker GigaWorks G500 dengan konfigurasi 5.1 channel kualitas THX.

Dengan kata lain, secara keseluruhan, saya bisa mendapatkan sebuah ultra-performance PC, ditambah segala periferalnya seperti touch-wireless keyboard atau wireless gaming keyboard, laser mouse dengan kerapatan pixel tinggi, kamera kualitas HD, ethernet dan wireless networking, dan uang sisa sekitar US$100 yang cukup untuk dibelikan sebuah Windows 8 Pro yang saat itu harganya hanya US$49.99.

Sedangkan iMac, bagaimana kisahnya?

Jika mematok budget yang sama pada kisaran US$2000, saya akan mendapatkan built-up komputer dengan spesifikasi monitor 21.5″ yang di dalamnya tertanam 3.2GHz quad-core Intel Core i5, RAM 8GB, 1TB storage, kartu grafis nVIDIA GeForce GTX 675MX 1GB GDDR5, tanpa kartu suara, dan uang saku sebesar US$1, atau merogoh kocek lebih dalam untuk mendapatkan spesifikasi yang lebih tinggi semisal processor core i7 dan nVIDIA GTX 680MX 2GB non-SLI.

Kompabilitas Perangkat Keras

Kita tidak bisa membeli sembarang produk untuk membangun sebuah ultra-performance PC, karena akan terbentur masalah kompablitias. Dengan kata lain, jenis motherboard, penggunaan cooling-system, dan sebuah casing bisa sangat menentukan apakah performance komputer tersebut bisa digenjot hingga batas maksimal atau bahkan tidak bisa berjalan normal sama sekali. Terlebih, tidak semua orang bisa membangun sebuah PC yang fully compatible, tapi itu bisa diakali.

Di sini, secara umum iMac besutan Apple bisa dipercaya, walau sampai saat ini belum bisa menciptakan komputer dengan spesifikasi ultra-performance.

Operating System dan Dukungan

Mari kesampingkan Linux beserta seluruh distronya. Kita berbicara mengenai OS Windows 8 dan MacOSX terbaru seri Mountain Lion. Saya mengambil apa yang sedang saya gunakan di rumah, Windows 8 64-bit dengan boot yang terlalu cepat, setidaknya beberapa kali lebih cepat dari boot MacOS Mountain Lion yang sempat saya pakai dengan meminjam dari teman.

Perbedaan hardware? Dengan OS Windows 8 32-bit, kecepatan yang hampir sama saya alami ketika melakukan boot pada notebook Intel Pentium 1.8GHz dan RAM 2GB.

Hal menarik lainnya, dalam perkembangannya, OS Windows telah mencetak sejarah yang mengagumkan. Kegagalannya mengenalkan Aero Theme pada Windows Vista sebagai pengganti Luna bagi Windows XP dan Classic pada Windows sebelumnya bukanlah masalah yang berarti.

Berbeda dengan MacOS, desainnya tidak mengalami perubahan yang signifikan, Microsoft hampir selalu mengenalkan pengalaman baru, Aero Theme ternyata cukup sukses menemani pengguna Windows 7, dan Modern UI, sebuah kick-start untuk pengenalan tablet PC berbasis Windows yang dikenalkan oleh Bill Gates pada tahun 2001, ternyata berhasil memikat pengguna PC untuk bermigrasi ke Windows 8, walau perlu waktu untuk beradaptasi karena ini adalah sebuah pengalaman yang benar-benar baru.

Walau seperti itu, Windows 8 bukan berarti tanpa masalah. Integrasi IE 10 dengan Adobe Flash Player membuat saya kesulitan untuk mencoba ActiveX versi beta, dan sampai saat ini, berbeda dengan pendahulunya, IE 10 adalah browser tercepat, jauh lebih cepat ketimbang Safari bawaan MacOS, dan patut disayangkan, tidak adanya dukungan add-ons membuat masalah, terutama yang berkaitan dengan ad-block.

Modern UI, dengan menghapus Aero Theme secara keseluruhan, pun masih terlalu lebar walaupun dipermudah karena saya tinggal mengetikkan nama aplikasi yang ingin saya gunakan. Untungnya Microsoft berbaik hati dan dengan sigap membuat permbaruan bernama Windows 8.1 untuk memerbaiki banyak masalah tersebut.

Di luar itu, perbedaan signifikan antara Windows 8 dan MacOS adalah antara iconographic yang diusung oleh MacOS dan infographic yang diterapkan pada Windows 8. Secara umum, infographic jauh lebih menyenangkan dan semakin user-friendly – berkat pembaruan yang dilakukan oleh Microsoft melalui aplikasi Store. Perlu dicatat, bagi pengguna internet dengan quota, ada baiknya mematikan fitur live-tiles untuk aplikasi yang tidak dipakai.

Untuk masalah pembaruan, hampir tidak ada perbedaan antara MacOS dan Microsoft. Keduanya memiliki pembaruan yang cukup teratur, dan sebagai pengguna Windows 8, saya senang dengan adanya Tuesday Update yang hadir di hari Selasa minggu ke-2 setiap bulannya, biarpun file-sizenya belakangan makin besar.

Aplikasi, Antivirus, dan Games?

Agak lucu jika membahas masalah ini, karena banyak pengguna MacOS yang memakai bootcamp untuk mengakali masalah games dan aplikasi, walaupun ternyata ada beberapa games yang sengaja di-design untuk bekerja di lingkungan MacOS, dengan harga yang lebih mahal tentunya.

Sebenarnya aplikasi-aplikasi pun cukup banyak berceceran, dan sama seperti halnya games, harganya jauh lebih mahal. Bahkan, hingga tahun 2010, Microsoft berbaik hati untuk membuatkan aplikasi Microsoft Office 2011 yang berjalan di MacOS, dan sayang sekali, Microsoft sepertinya tidak berencana untuk membuatkan Office seri terbaru khusus MacOS.

Virus? Malware? Banyak yang mengira kalau MacOS bebas virus. Tidak. Dilaporkan serangan malware sudah cukup banyak dihadapi oleh pengguna Mac yang rata-rata adalah kalangan korporasi. Jika aman, mungkin pembaruan akan jarang muncul.

Verdict

Tanpa Bill Gates, sepertinya Microsoft masih bisa mewujudkan visinya, ada PC di setiap rumah, dan kembali pada PC Windows 8 atau MacOS, apa yang akan kita pilih? Sebuah PC yang bisa didapatkan secara murah meriah dan customized, terlebih program bajakan tersedia sangat banyak di luar sana, atau sebuah iMac eksklusif berharga tinggi yang tidak jarang justru di-jailbreak oleh penggunanya?

Saya sendiri lebih memilih PC Windows 8, saya memiliki kebebasan untuk menentukan kapan saya harus mengganti bagian dari PC tersebut, dan dukungan driver untuk hardware tersebut cukup banyak tersedia di situs resmi vendor. Sepertinya Microsoft dapat meyakinkan saya, langkahnya mengenalkan Windows 8 akan mengubah kisah-kisah gadget di muka bumi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s